Minggu, 04 Oktober 2009

SILABUS MATA KULIAH SEJARAH PERADABAN ISLAM

SILABUS MATA KULIAH SEJARAH PERADABAN ISLAM
PROGRAM KUALIFIKASI SARJANA/STRATA SATU (S-1)
GURU RA DAN MADRASAH
FAKULTAS TARBIYAH IAIN WALISONGO SEMARANG
DOSEN: M. RIKZA CHAMAMI, MSI



A. Informasi Umum

Nama Mata Kuliah : Sejarah Peradaban Islam (SPI)
Program Studi : S-1
Bobot : 4 SKS


B. Deskripsi

Sejarah merupakan realitas masa lalu, keseluruhan fakta, dan peristiwa yang unik dan berlaku. Hanya sekali dan tidak terulang untuk yg kedua kalinya. Oleh karena itu, ada pandangan bahwa masa silam tidak perlu dihiraukan lagi, anggap saja masa silam itu ”kuburan”. Pandang ini tentu saja sangat subyektif dan cenderung apriori sekaligus tidak memiliki argumentasi yang kuat. Tapi bagaimanapun sebuah perirtiwa pada masa silam bisa dijadikan pandangan untuk kehidupan yang akan datang agar lebih baik.

Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam (SPI) merupakan mata kuliah wajib untuk program studi S-1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Dalam perkuliahan matakuliah ini mahasiswa akan diarahkan pada cara memahami Islam, baik Islam sebagai agama, budaya dan ilmu. Islam mempunyai rangkaian sejarah panjang yang tidak dapat dilupakan. Dimana dalam konteks peradaban, Islam mempunyai segudang bukti sejarah kemajuan dan perkembangan dari semua aspek.

Hal ini tentu harus dipahami secara betul oleh para mahasiswa karena Islam mempunyai karakter yang unik dalam kehidupan keberagamaannya. Oleh sebab itu, kajian seputar Sejarah Peradaban Islam dipandang sangat perlu untuk dikaji secara mendalam. Sehingga dalam proses pemahaman keislaman akan lebih utuh ketika betul-bentul paham dan mengerti tentang Sejarah Peradaban Islam.


C. Tujuan Mata Kuliah

1. Memberikan pemahaman yang utuh mengenai Sejarah Peradaban Islam
2. Memberikan kajian tentang pendekatan-pendekatan sejarah
3. Memberikan pemahaman objektif seputar fakta Sejarah Peradaban Islam



D. Pokok Bahasan

1. Pengantar Sejarah Peradaban Islam
a. Arti Sejarah, Peradaban dan Islam
b. Diskursus Kebudayaan dan Peradaban
c. Hubungan Al-Qur’an dan Hadits dengan Peradaban
d. Metodologi Penulisan Sejarah

2. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (610 – 622 M)
a. Peradaban Arab Sebelum Islam
b. Dakwah Makkah Nabi Muhammad
c. Pembentukan Sistem Sosial di Makkah

3. Peradaban Islam Rasulullah Periode Makkah (622 – 632 M)
a. Arti Hijrah Nabi ke Madinah
b. Dasar Berpolitik Negeri Madinah
c. Piagam Madinah: Darussalam dan Darul Islam

4. Periode Khulafaur Rasyidin (632 – 661 M)
a. Pembentukan Kekhilafahan dan Sistemnya
1. Abu Bakar (632 – 634 M)
2. Umar bin Khattab (634 – 644 M)
3. Utsman bin Affan (644 – 656 M)
4. Ali bin Abi Thalib (656 – 661 M)
b. Tipe Kepemimpinan Khalifah
c. Kontribusi Khalifah dalam Peradaban Islam

5. Dinasti Umayyah (661 – 750 M)
a. Pendirian Dinasti Umayyah
b. Pola Pemerintahan Dinasti Umayyah
c. Ekspansi Wilayah Dinasti Umayyah
d. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayyah

6. Dinasti Abbasiyyah (750 – 1258 M)
a. Pendirian Dinasti Abbasiyyah
b. Pola Pemerintahan Dinasti Abbasiyyah
c. Ekspansi Wilayah Dinasti Abbasiyyah
d. Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyyah

7. Islam di Andalusia (Spanyol)
a. Sejarah Penguasaan Islam di Spanyol
b. Kemajuan Peradaban Islam Spanyol
c. Kemunduran Peradaban Islam Spanyol

8. Tiga Kerajaan Besar
a. Turki Usmani hingga Mustafa Kemal (1300 – 1922 M)
b. Dinasti Safawi Persia hingga Khumaini (1501 – 1732 M)
c. Dinasti Mugal India hingga Terbentuknya Bangladesh

9. Peradaban Islam Asia Tenggara
a. Sejarah Islam di Asia Tenggara
b. Kemajuan Agama Islam Asia Tenggara
c. Moderenisasi Islam Asia Tenggara

10. Peran Walisongo dalam Peradaban Islam Indonesia
a. Walisongo dan Dakwah Islam
b. Model Penyebaran Islam Walisongo
c. Kemajuan Islam Periode Walisongo

11. Peradaban Islam Indonesia Pra Kemerdekaan
a. Teori Kedatangan Islam di Indonesia
b. Sejarah Awal Masuknya Islam Indonesia
c. Agama dan Kekuatan Politik Masa Kolonialisme

12. Peradaban Islam Indonesia Pasca Kemerdekaan
a. Islam Indonesia dalam Masa Revolusi
b. Peran Islam dalam Kemerdekaan
c. Peradaban Islam dan Negara Pancasila



E. Referensi Pokok

• Azyumardi Azra, Historiografi Islam Kontomporer: Wacana Aktualitas dan Aktor Sejarah, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2002.
• Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyyah II, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2003.
• Dedi Supriyadi, Sejarah Peradaban Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2009.
• Jaih Mubarak, Sejarah Peradaban Islam, Bandung: CV Pustaka Islamika, 2008.
• K. Ali, Sejarah Islam (Tarikh Pramodern), Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2003.
• M. Abdul Karim, Islam Nusantara, Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007.
• M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007.
• Moh Nurhakim, Sejarah dan Peradaban Islam, Malang: UMM Press, 2004.
• Musyarifah Sunanto, Sejarah Peradaban Islam Indonesia, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2005.

F. Sistem Perkuliahan

1. Ceramah
Dosen memberikan penjelasan dalam perkuliahan ketika membuka mata kuliah dan klarifikasi persoalan dalam perjalanan diskusi kelas.


2. Presentasi
Semua mahasiswa wajib mempresentasikan makalah yang dibuat secara individu. Presentasi dilakukan secara berkelompok sesuai dengan urutan pokok bahasan mata kuliah. Dalam presentasi makalah menggunakan alat bantu LCD dengan menyajikan presentasi power point (minimal 5 halaman) yang menayangkan point-point makalah. Khusus untuk slide power point dapat dibuat oleh perwakilan kelompok.

3. Resitasi (Tugas)

• Membuat makalah dengan format tema sesuai daftar bab dalam silabus (minimal 8 halaman font times new roman spasi 1,5 dengan menggunakan 4 buku referensi)—disertai dengan halaman sampul dan biodata singkat mahasiswa
• Makalah dikumpulkan kepada Dosen setiap maju presentasi dan difotocopy kepada suluruh mahasiswa
• Makalah dipresentasikan di depan kelas secara berurutan

4. Mid-Semester dan Ujian Akhir Semester
Waktu dan tempat ujian Mid-Semester dan Ujian Akhir Semester ditentukan oleh Fakultas Tarbiyah. Soal Mid-Semester dan Ujian Akhir Semester disiapkan Dosen dengan mengambil materi-materi kuliah yang telah didiskusikan dalam kelas.


G. Sistem Evaluasi

Perkuliahan ini akan memberi bobot nilai pada komponen-komponen berikut:
a. Kehadiran 10%
b. Tugas Individu 10%
c. Aktifitas perkuliahan 10%
d. Ujian Tengah Semester 30%
e. Ujian Akhir Semester 40%

Minggu, 16 Agustus 2009

SILABUS ISU-ISU KONTEMPORER PENDIDIKAN

SILABUS MATA KULIAH
PROGRAM SARJANA/STRATA SATU (S-1)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
DOSEN: M. RIKZA CHAMAMI, MSI


A. Informasi Umum

Nama Mata Kuliah : Isu-isu Kontemporer Pendidikan
Kode Mata Kuliah : PAI 1114
Program Studi : S-1
Bobot : 4 SKS

B. Deskripsi

Pendidikan Islam secara umum adalah upaya sistematis untuk membantu anak didik agar tumbuh berkembang mengaktualkan potensinya berdasarkan kaidah-kaidah moral Al-Quran, ilmu pengetahuan, dan keterampilan hidup (life-skill). Dengan ungkapan normatif keagamaan, pendidikan berfungsi memfasilitasi agar seseorang tumbuh menjadi abdullah, sosok pribadi yang hidup berlandaskan tauhid. Secara vertikal, sosok pribadi demikian hanya mau bersujud di hadapan kebesaran Allah, menyatakan haram menyembah sosok manusia ataupun jabatan. Dengan demikian, pendidikan tidak stagnan dan selalu berjalan sesuai dengan perkembangan zaman.

Mata kuliah ini adalah salah satu mata kuliah pokok yang diberikan kepada mahasiswa di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Sesuai dengan namanya, maka mata kuliah ini diberikan kepada para mahasiswa yang telah memiliki pengetahuan dasar mengenai apa itu pendidikan dan diperkaya dengan wawasan isu pendidikan masa kini. Guna mempertajam pemikiran analisa dan cakrawala pengetahuan para mahasiswa, maka dalam pelaksanaannya setiap peserta kuliah akan menulis makalah secara individual untuk ditampilkan di dalam sesi diskusi.

Adapun landasan normatif mata kuliah ini adalah generalisasi. Dengan landasan tersebut diharapkan para mahasiswa akan terbiasa berpikir komprehensif dalam mempelajari, mamahami dan mengembangkan suatu masalah.

Untuk mengarahkan para mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini akan membahas topik-topik bahasan kuliah Isu-isu Kontemporer Pendidikan yang dengan sengaja dirancang sebagai rambu-rambu agar tidak keluar dari tujuan dasar mata kuliah ini.
C. Tujuan Mata Kuliah

1. Memberikan pemahaman dinamika pendidikan masa kini
2. Memberikan bekal kepada mahasiswa untuk merespon problema pendidikan secara cepat dan tepat

D. Pokok Bahasan

1. Spektrum Problematika Pendidikan Islam di Era Global
2. Pendidikan Islam dan Tantangan Modernitas
3. Model Pendidikan Islam Berbasis Pluralisme
4. Urgensi Pendidikan Kritis bagi Pendidikan Islam
5. Pendidikan Islam sebagai Alat Pembebasan
6. Menggagas Pendidikan Islam untuk Proyeksi Kemanusiaan
7. Melawan Kapitalisme Pendidikan
8. Memahami Ideologi Sekolah Alternatif
9. Fenomena Home Scoling
10. Aplikasi IQ, EQ dan SQ dalam PAI
11. Dunia Pesantren dan Madrasah di Era Otonomi Daerah
12. Diversifikasi Kurikulum di Madrasah dan Sekolah
13. Perubahan IAIN ke UIN: Antara Manfaat dan Madlarat
14. Kajian Kritis terhadap UU Sisdiknas
15. Urgensi Pendidikan Umum dalam Sistem Pendidikan Indonesia

E. Referensi Pokok

• A.L. Tibawi, Islamic Education, Luzac and Company, London, 1972
• Abdul Munir Mulkhan, Nalar Spiritual Pendidikan: Solusi Problem Filosofis Pendidikan Islam, Jogyakarta . PT. Tiara Wacana, 2002
• Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam pada Priode Klasik dan Pertengahan, Raja Grafindo, Jakarta, 2004
• Abuddin Nata. Kapita selekta pendidikan Islam. Jakarta: Gramedia Widiasarana.
• Adam Mez, The Renaisances of Islam, Luzac, London, 1937.
• Ahmad Syafi`i Ma`arif, Pendidikan Islam di Indonesia, Antara Cita dan Fakta, Tiara Wacana, Yogyakarta, 1991.
• Akhmad Djaenuri, (ed), Pendidikan dan Modernisasi di Dunia Islam, al-Ikhlash, Surabaya, 2001
• Ali Ashraf, Horizon Baru Pendidikan Islam, Pustaka Firdaus, Jakarta.
• Ali Khalil Abu al-`Ainain, Falsafah al-Tarbiyah al-Islamiyah fi al-Qur’an al-Karim, Dar al-Fikr al-`Arabiy, 1980
• Amril dkk, Reformulasi Pendidikan Tinggi Islam, UI Press, Jakarta, 2004
• Amril. Etika dan Pendidikan, LSFK2P dan Aditya Media,Yogyakarta,. 2005
• Arief Armai, Pengantar Ilmu dan Meodologi Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Press, 2002.
• Azyumardi Azra, Islam Reformis; Dinamika Intelektual dan Gerakan, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1999.
• Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta : Logos, 1999.
• Bashori Muchsin dan Abdul Wahid, Pendidikan Islam Kontemporer, Bandung: Refika Editama, 2009.
• Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Jakarta: Ciputat Press, 2002.
• Dahlan Mansur dan M. Said, Mendidik dari Zaman Ke Zaman, Jakarta . PT Rajawali Press, 1989.
Dasim Budimansyah, Model Pembelajaran Portofolio, Bandung: PT Genesindo, 2003.
• Faisal Islma`il, Paradigma Kebudayaan Islam; Studi Kritis dan Refleksi Historis, Titian Ilahi, Yogyakarta, 1996.
• Harun Nasutian, Pembaruan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Jakarta: Bulan Bintang, 1973.
• Hasbullan, Kapita selekta pendidikan Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1999
• Ibn Khaldun, Muqaddimah Ibn Khaldun, Terj. Ahmadi Thaha, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1989
• Ismail R. al- Faruqi, Islamisasi Pengetahuan, 1987.
• Khaeruddin, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Semarang: PMDC-Pilar Media, 2007.
• Kuntowijoyo, Identitas Politik Umat Islam, Mizan, Bandung, 1997
• M. `Athiyah al-Abrasyi, al-Tarbiyah al-Islâmiyyah wa Falâsifatuhâ, t.t.
• M. Iqbal, The Reconstruction of Religious Thought in Is-lam, 1981.
• M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran, 1996.
• M.A. Fattah Santoso, “Pengembangan Studi Islam dalam Dimensi Filosofis dan Konsep Keil-muan”, dalam Studi Islam Asia Tenggara, Mastuhu, Menata Ulang pemikiran Sistem Pendidikan Nasional Dalam Abad 21. Jogyakarta. Safiria, 1999.
• Muhammad Iqbal, The Reconstruction of Religious Thought in Islam, Terj. Ali Audah dkk., Tinta Mas, Jakarta, 1966.
• Muhmidayeli, Filsafat Pendidikan Islam, LSFk2P, Pekanbaru, 2005.
• Musa Asy`arie, Manusia Pembentuk Kebudayaan dalam Alquran, 1992.
• Nasution, Sejarah Pendidikan Indonesia. Bandung: CV Jemars, 1985
Nurhadi, Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK, Malang: Universitas Negeri Malang, 2003.
• Richard C. Martin, (ED), Approaches to Islam in Religious Studies, Tucsan the University of Arizona press, 1985.
• Rustam E Taburaka, Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat dan IPTEK, Jakarta: Rineka Cipta, 1999.
• S.M. al-Naquib al-Attas (ed.), Aims and Objectives of Islamic Educa-tion, 1979.
• Sayyed Husein Nasr, Knowledge and The Sacred, Terj. Suharsono, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1997.
• Sayyed Husein Nasr, Tradisional Islam in The Modern World, Terj. Lukman Hakim, Pustaka, Bandung.
• Soegiono, Tokoh-Tokoh Pendidikan Dunia, Jakarta: CV ILMU, 1999
• Toto Suharto, Filsafat Pendidikan Islam, 2006.
• UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
• UU No. 14 Thn 2005 tentang Guru & Dosen
• Vembrianto, Pengantar Perencanaan Pendidikan, Jakarta: Gramedia, 1993.
• Yusra Marasabessy (Kontributor), Desekularisasi Pemikiran Landasan Islamisasi, Mizan, Bandung: 1987.
• Zuhairini dkk, Filsafat Pendi-dikan Islam, 1995.
• Zuhairini dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1997

F. Sistem Perkuliahan

1. Ceramah
Dosen memberikan penjelasan dalam perkuliahan ketika membuka mata kuliah dan klarifikasi persoalan dalam perjalanan diskusi kelas.

2. Presentasi
Semua mahasiswa wajib mempresentasikan makalah yang dibuat secara individu. Presentasi dilakukan secara berkelompok sesuai dengan urutan pokok bahasan mata kuliah. Dalam presentasi makalah menggunakan alat bantu LCD dengan menyajikan presentasi power point (minimal 5 halaman) yang menayangkan point-point makalah. Khusus untuk slide power point dapat dibuat oleh perwakilan kelompok.

3. Resitasi (Tugas)

a. Tugas Individu I
• Membuat makalah dengan format tema sesuai daftar bab dalam silabus (minimal 10 halaman font times new roman spasi 1,5 dengan menggunakan 5 buku referensi)—disertai dengan halaman sampul dan biodata singkat mahasiswa
• Dikumpulkan pada pertemuan ke-5 atau minggu pertama bulan Oktober
• Makalah dipresentasikan di depan kelas secara berurutan
• Pada saat persentasi wajib membawa/fotocopy referensi buku./kitab yang dijadikan rujukan
• Makalah akan dikoreksi dan jika menyimpang dari pembahasan wajib revisi (perbaikan)
• Makalah harus juga dikirim melalui internet dengan alamat e-mail: rikzakudus@yahoo.co.id
• Subject email ditulis: urutan makalah-judul singkat-nama mahasiswa. Contoh: 1-Pengantar MSI-Fauzul Hakim.

b. Tugas Individu II
• Membuat resensi/sinopsis, resume kitab/buku terbitan tahun 2000-2009
• Judul/tema buku berisi tentang kajian-kajian dinamika pendidikan Islam kontemporer
• Tugas dikerjakan secara individu
• Resensi/sinopsis, resume kitab/buku diketik minimal 5 halaman font times new roman spasi 1,5 dengan—disertai dengan halaman sampul dan biodata singkat mahasiswa
• Resensi/sinopsis, resume kitab/buku harus juga dikirim melalui internet dengan alamat e-mail: rikzakudus@yahoo.co.id
• Subject email ditulis: urutan absensi-judul singkat-nama mahasiswa. Contoh: 23-Buku Abudin-Fauzul Hakim.

G. Sistem Evaluasi

Perkuliahan ini akan memberi bobot nilai pada komponen-komponen berikut:
a. Kehadiran 10%
b. Tugas Individu 10%
c. Aktifitas perkuliahan 10%
d. Ujian Tengah Semester 30%
e. Ujian Akhir Semester 40%

SILABUS METODOLOGI STUDI ISLAM

SILABUS MATA KULIAH
PROGRAM SARJANA/STRATA SATU (S-1)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
DOSEN: M. RIKZA CHAMAMI, MSI



A. Informasi Umum

Nama Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam
Kode Mata Kuliah : INS 1102 / TBI 1212
Program Studi : S-1
Bobot : 2 SKS

B. Deskripsi

Dalam rangka mewujudkan kecintaan dan keyakinan manusia terhadap Islam yang tidak hanya bersifat normatif, dan bukan pula karena emosional semata-mata karena didukung oleh argumentasi yang bersifat rasional, kultural dan aktual, maka studi terhadap misi ajaran Islam secara komprehensif dinilai sangat urgen. Studi Islam juga dapat membuktikan kepada umat manusia bahwa Islam baik secara normatif maupun secara kultural dan rasional adalah ajaran yang dapat membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik, tanpa harus mengganggu keyakinan agama Islam. Selain itu, studi Islam juga dapat menumbuhkan sikap objektif dan akan menghilangkan citra negatif dari sebagian masyarakat terhadap ajaran Islam.

Mata Kuliah Metodologi Studi Islam (MSI) merupakan mata kuliah untuk program studi S-1 di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Dalam perkuliahan matakuliah ini mahasiswa akan diarahkan pada cara memahami Islam, baik Islam sebagai agama, budaya dan ilmu. Islam sebagai agama menjadi pandangan hidup, sedangkan sebagai budaya Islam jadi gejala sosial yang muncul sebagai jawaban kritis masyarakat. Selain itu, Islam sebagai ilmu sangat menarik untuk dikaji dengan berbagai pendekatan, metode dan kajian ilmiyah lainnya.

Hal ini tentu harus dipahami secara betul oleh para mahasiswa karena pendekatan dan metode yang digunakan dalam kajian Islam sangat beragam. Implikasi dari keragaman ini adalah adanya warna-warni dalam berislam yang dilakukan oleh pengikutnya. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap keragaman pendekatan dan metode perlu dipelajari dengan baik.

C. Tujuan Mata Kuliah

1. Memberikan pemahaman holistik, universal dan inklusif terhadap Islam
2. Memberikan kerangka metodologis dalam memahami Islam

D. Pokok Bahasan

1. Pengantar Metodologi Studi Islam
a. Pengertian Metode, Metodologi, Paradigma dan Pendekatan
b. Arti dan Lingkup Studi Islam
c. Urgensi Mempelajari Metodologi Studi Islam
d. Aspek-aspek Sasaran Studi Islam
e. Pertumbuhan Studi Islam Dulu dan Sekarang

2. Beberapa Prinsip Dasar Epistemologi Islam
a. Pengertian Epistemologi dan Islam
b. Sumber Pengetahuan (Wahyu, Akal dan Rasa)
c. Kriteria Kebenaran dalam Epistimologi Islam
d. Peranan dan Fungsi Pengetahuan Islam

3. Manusia dan Kebutuhan Doktrin Agama
a. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama
b. Fungsi Agama dalam Kehidupan
c. Rasa Ingin Tahu Manusia (Human Quest for Knowledge)
d. Doktrin Kepercayaan Agama

4. Sumber dan Karakteristik Islam
a. Sumber Ajaran Islam: Primer dan Sekunder
b. Sifat Dasar Ajaran Islam
c. Karakter Islam: Antara Normativitas dan Historisitas
d. Moralitas Islam: Ibadah, Pendidikan, Ilmu dan Sosial
e. Islam dan Wacana Pembaharuan

5. Islam Sebagai Agama Wahyu Al-Qur’an
a. Pengertian Wahyu Al-Qur’an
b. Fungsi Al-Qur’an
c. Hubungan Al-Qur’an dengan Hadits, Ijma’ dan Qiyas
d. Pendekatan Pokok dalam Studi Al-Qur’an

6. Islam Sebagai Produk Budaya
a. Kebudayaan: Pengertian, Unsur dan Fungsi
b. Kelahiran Islam dan Sentuhan Budaya Arab-Pra Islam
c. Islam Antara Gejala Sosial dan Budaya
d. Pendekatan Pokok dalam Studi Budaya

7. Islam Sebagai Pengetahuan Ilmiah
a. Arti dan Perbedaan antara Pengetahuan, Ilmu, dan Filsafat
b. Metode Ilmiah dan Struktur Pengetahuan Ilmiah
c. Klasifikasi Pengetahuan Ilmu Alam, Ilmu Sosial dan Humaniora
d. Pendekatan Pokok Studi Ilmiah: Interdisiplin dan Multidisiplin

8. Beberapa Pendekatan Studi Islam
a. Pendekatan Normatif
b. Pendekatan Antropologis
c. Pendekatan Sosiologis
d. Pendekatan Teologis
e. Pendekatan Fenomenologis
f. Pendekatan Filosofis
g. Pendekatan Historis
h. Pendekatan Politis
i. Pendekatan Psikologis
j. Pendekatan Interdisipliner

9. Aneka Metodologi Memahami Islam
a. Metodologi Ulumul Tafsir
b. Metodologi Ulumul Hadits
c. Metodologi Filsafat dan Teologi (Kalam)
d. Metodologi Tasawwuf dan Mistis Islam
e. Metodologi Kajian Fiqh dan Kaidah Ushuliyah
f. Metodologi Pemikiran Modern
g. Metodologi Pendidikan Islam
h. Metodologi Tekstualitas dan Kontekstualitas
i. Metodologi Muqaranah Madzhab

10. Dimensi Aliran Pemikiran Islam
a. Dimensi Islam, Iman dan Ihsan
b. Munculnya Aliran Pemikiran Islam
c. Aliran Teologi (Kalam)
d. Aliran Fiqh
e. Aliran Tasawwuf

11. Model Penelitian Keagamaan
a. Arti Penelitian Agama
b. Penelitian Agama dan Penelitian Keagamaan
c. Konstruksi Teori Penelitian Keagamaan
d. Model-model Penelitian Keagamaan


12. Perbandingan dalam Studi Islam
a. Arti Perbandingan Agama
b. Islam dan Perbandingan Agama Lain
c. Faktor Perbedaan dan Kesamaan Keyakinan Agama
d. Problem dan Prospek Perbandingan Studi Islam

13. Studi Kawasan Islam
a. Arti dan Asal-Usul Studi Kawasan Islam
b. Orientalisme: Melihat Islam Kritis
c. Oksidentalisme: Menjawab Islam Sejati
d. Dunia Islam sebagai Objek Studi Antara Timur dan Barat
e. Problem dan Prospek Pendekatan Studi Kawasan

14. Islam dan Gagasan Universal
a. Islam dan Globalisasi
b. Modernisme dan Puritanisme Islam
c. Gerakan Fundamentalisme dan Radikalisme Islam
d. Islam: Eksklusif dan Inklusif
e. Islamisasi Sains
f. Pluralisme Agama-Agama

15. Dinamika Islam Kontemporer
a. Post Modernisme dan Neomodernisme Islam
b. Islam Liberal
c. Islam Kultural dan Islam Struktural
d. Postradisionalisme Islam
e. Jihad dan Terorisme

E. Referensi Pokok

• Abd. Rachman Assegaf, Studi Islam Kontekstual.
• Abdur Razak, Cara memahami Islam.
• Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Logos, 1998.
• Ahmad Abdul Hamid Ghurab, Menyingkap Tabir Orientalisme, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1993.
• Ahmad Norma Permata, Metodologi Studi Agama, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.
• Ahmad Sahidin, Aliran-Aliran dalam Islam, Bandung: Salamadani, 2009.
• Alfatun Muchtar. Tunduk Kepada Allah: Fungsi dan Peran Agama dalam Kehidupan Manusia.
• Ali Syari’ati, Sosiologi Islam.
• Alwi Sihab, Islam Inklusif; Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama, Bandung, Mizan 1999.
• Amin Abdullah, Studi Agama;Normatifitas dan Historisitas
• Atang Abd Hakim & Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam: Edisi Revisi, Bandung: Remaja Rosdakarya, cet XI, 2009.
• Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta : Logos, 1999.
• Carl Brokelman, History of the Islamic People, London, Routledge & Keagen Paul Limited, 1949.
• Fazlur Rahman, Islam
• Harun Nasutian, Pembaruan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Jakarta: Bulan Bintang, 1973.
• Harun Nasution, Falsafah dan Mistisisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1992.
• Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Beberapa Aspek, Jakarta: Bulan Bintang, 1985.
• M. Amin Abdullah, Islamic Studies. Pustaka Pekajar: Yogyakarta
• M. Amin Abdullah, Studi Agama: Normatifitas atau Historisitas?, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.
• M. Atho’ Mudzhar, Pendekatan Studi Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.
• M. Dede Ridwan, Tradisi Baru Penelitian Agama Islam, Tinjauan Antardisiplin Ilmu.
• Marsahl G. Hudgson, The Ventura or Islam, Vol.III, New York, The Unwim University Chicago Press, 1974.
• Maryam Jamilah, Islam dan Orientalisme, Sebuah Kajian Analitik, Terj. Machnun Husein, Jakarta: Rajawalipers, 1994.
• Maulana Muhammad Ali, Islamologi, Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1980
• Muh. Nur Hakim, Metodologi Studi Islam
• Muhaimin et., Dimensi-Dimensi Studi Islam, Surabaya: Karya Abditama, 1994.
• Muhammad Atho` Muzhar, Metode Pendekatan dalam Studi Islam.
• Mukti Ali, Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam
• Mukti Ali, Metode Memahami Agama Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1991.
• Mulyanto Sumardi, (ed.), Penelitian Agama Masalah dan Pemikiran, Jakarta: Sinar Harapan, 1981.
• Munawi Sadzali, Islam dan Tatanegara
• Muyoo Sumardi, Penelitian Agama Masalah dan Pemikiran
• Narudin Razak, Dienul Islam, Bandung, PT. Ma’arif,1996
• Nasikun, Pokok-pokok Agama Islam.
• Nurcholis Majid, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina,1992.
• Peter Connolly (Ed), Aneka Pendekatan Studi Agama, Yogyakarta: LKiS, cet II, 2009.
• Richard C. Martin, (ED), Approaches to Islam in Religious Studies, Tucsan the University of Arizona press, 1985.
• Rustam E Taburaka, Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat Sejarah, Sejarah Filsafat dan IPTEK, Jakarta: Rineka Cipta, 1999.
• Taufik Abdullah dan M. Rusli Karim (ed.), Metodologi Penelitian Agama: Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1991.
• W. Mongemory Watt, Pengantar Studi Al Qur’an
• Yusra Marasabessy (Kontributor), Desekularisasi Pemikiran Landasan Islamisasi, Mizan, Bandung: 1987.

F. Sistem Perkuliahan

1. Ceramah
Dosen memberikan penjelasan dalam perkuliahan ketika membuka mata kuliah dan klarifikasi persoalan dalam perjalanan diskusi kelas.

2. Presentasi
Semua mahasiswa wajib mempresentasikan makalah yang dibuat secara individu. Presentasi dilakukan secara berkelompok sesuai dengan urutan pokok bahasan mata kuliah. Dalam presentasi makalah menggunakan alat bantu LCD dengan menyajikan presentasi power point (minimal 5 halaman) yang menayangkan point-point makalah. Khusus untuk slide power point dapat dibuat oleh perwakilan kelompok.

3. Resitasi (Tugas)
a. Tugas Individu I
• Membuat makalah dengan format tema sesuai daftar bab dalam silabus (minimal 10 halaman font times new roman spasi 1,5 dengan menggunakan 5 buku referensi)—disertai dengan halaman sampul dan biodata singkat mahasiswa
• Dikumpulkan pada pertemuan ke-5 atau minggu pertama bulan Oktober
• Makalah dipresentasikan di depan kelas secara berurutan
• Pada saat persentasi wajib membawa/fotocopy referensi buku./kitab yang dijadikan rujukan
• Makalah akan dikoreksi dan jika menyimpang dari pembahasan wajib revisi (perbaikan)
• Makalah harus juga dikirim melalui internet dengan alamat e-mail: rikzakudus@yahoo.co.id
• Subject email ditulis: urutan makalah-judul singkat-nama mahasiswa. Contoh: 1-Pengantar MSI-Fauzul Hakim.

b. Tugas Individu II
• Membuat resensi/sinopsis, resume kitab/buku terbitan tahun 2000-2009
• Judul/tema buku berisi tentang kajian-kajian keislaman
• Tugas dikerjakan secara individu
• Resensi/sinopsis, resume kitab/buku diketik minimal 5 halaman font times new roman spasi 1,5 dengan—disertai dengan halaman sampul dan biodata singkat mahasiswa
• Resensi/sinopsis, resume kitab/buku harus juga dikirim melalui internet dengan alamat e-mail: rikzakudus@yahoo.co.id
• Subject email ditulis: urutan absensi-judul singkat-nama mahasiswa. Contoh: 23-Buku Abudin-Fauzul Hakim.

G. Sistem Evaluasi

Perkuliahan ini akan memberi bobot nilai pada komponen-komponen berikut:
a. Kehadiran 10%
b. Tugas Individu 10%
c. Aktifitas perkuliahan 10%
d. Ujian Tengah Semester 30%
e. Ujian Akhir Semester 40%

Selasa, 20 Januari 2009

Obama Jadi “nabi” Berwahyu Internet

Obama ibarat nabi. Ia disanjung dan dihormati oleh semua masyarakat dunia. Saat inagurasi yang digelar di gedung Capitol Hill Washington DC, hampir semua media ikut memberitakan positif dan selalu mengupdate informasi secara online. Di Indonesia, 10 TV nasional di Indonesia menyiarkan serentak pesta pelantikan “Raja Dunia” ini.

Ketika kaki Obama beserta istri, Michelle Obama memasuki halaman utama Capitol Hill, senyum manis—khas Afro-Amerika—ia tampakkan. Sesaat sebelum dilantik, ia menyempatkan diri mengikuti ritual minum kopi bersama George W Bush di sebuah ruangan Capitol Hill.

Mantan Presiden George Bush, Bill Clinton dan Hilary, George W Bush juga hadir. Tak ketinggalan juga Wapres Dick Cheney sambil menggunakan kursi roda juga turut serta. Acara tampak meriah dengan kehadiran Arerha Frankin yang memimpin nyanyian lagu “My Country Tears of Thee”.

Khutbah Obama yang mengenakan jas hitam dengan dasi merah membuat 2 juta masyarakat yang hadir tercenang. Tak satupun orang bicara. Awal khutbahnya, Obama menyatakan bahwa Amerika selalu mendapat pujian. Namun ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi makin besar. Namun Obama yakin, AS dapat mengatasi tantangan tersebut.

Harapan Obama adalah adalah bagaimana tujuan AS mampu mengatasi konflik sebagaimana tujuan proklamasi—tidak menjadi janji usang. AS tetap terus maju untuk capai cita-cita mulia.

Warga AS juga dihimbau harus bekerja keras merehabilitasi AS. Termasuk dalam mengatasi krisis ekonomi dengan menuntut tindakan kongkrit. Selain itu, keberhasilan ekonomi tergantung juga pada kesejahteraan rakyat.

Satu hal yang menarik adalah seruan Obama untuk masyarakat muslim dunia agar berjalan berdasarkan nilai kebersamaan. Sebab bagi Obama, AS adalah Negara murah hati dan dan mempunyai tekad sosial. Obama siap juga instropeksi mengenai kinerja Amerika. Lambaian tangan mengakhiri langkah dia setelah berakhirnya khutbah dan mencium istri dan anaknya.

Barack Obama patut disanjung. Ia merupakan pencetak sejarah sebagai presiden kulit hitam pertama bagi Amerika Serikat setelah mengalahkan McCain dengan merebut sejumlah kantung suara Partai Republik.

Obama yang diusung oleh Partai Demokrat memenangkan banyak negara bagian melebihi rekor partai Demokrat pada pemilu tahun 2004, termasuk merebut 3 negara bagian yang selama ini disebut sebagai kantung suara Republik yaitu Ohio, New Mexico dan Iowa.

Sementara beberapa negara bagian yang mengambang dilaporkan ditutup dengan hasil yang seimbang bagi kedua kandidat. Dalam penghitungan terakhir di Indiana dan North Carolina, hanya sekitar 0.5% margin perbedaan antara Obama dan McCain.

Saat penghitungan hasil Pemilu Amerika berakhir, mencapai 50.7% untuk Senator Obama dari Partai Demokrat dan 48.2% untuk Senator McCain. Hasil pemilihan di Jakarta juga dimenangkan oleh Obama. Jumlah pendukung Obama mencapai 75%.
Pesan Bush

Ada satu tradisi Amerika yang dijadikan ritual setiap pergantian tampuk kepemimpinan petinggi Negara Adikuasa ini. Tradisinya yaitu dengan meninggalkan pesan tertulis untuk presiden penggantinya yang diletakkan di Meja Resolusi yang terletak di ruang oval, Gedung Putih. Meja Resolusi dijadikan sebuah nama, karena meja tersebut dibuat dari kayu bekas kapal Inggris yang memiliki nama itu.

Bush menyempatkan menulis surat untuk Obama pada hari Senin dan meletakkannya di laci teratas meja resolusi. Masa akhir Bush ssebelum meninggalkan Gedung Putih sempat menghubungi Menlu AS Condoleezza Rice, Penasehat Keamanan Nasional Stephen Hadley, dan mantan kepala staf Gedung Putih Andy Card.

Bush memberikan salam untuk Obama seraya berkata beri saya ciuman di kening yang tidak terlupakan.

Ungkapan Bush ini menjadi pesan bagi Obama agar tetap melanjutkan kemenangan dunia yang telah dirintisnya. Ia berharap agar Amerika semakin maju. Rupanya Bush mencoba mengubur sejarah panjang Afro-Amerika mengenai konflik rasial.

Bahkan Venus dan Serena Williams petenis tanggung Amerika berkulit hitam sangat bangga dengan Obama. Padahal kakak beradik itu tidak mengikuti pemilihan presiden tahun lalu karena faktor keyakinan. Mereka adalah pengikut/jemaat Saksi Jehovah (Jehovah's Witnesses), yang tidak diperkenankan memilih.

Walau demikian rasa hormat pada Obama sangat tinggi dan bangga dengan sejarah yang dicetak oleh Obama ini.

Obama nabi?

Terlalu berlebihan dan mungkin menyinggung perasaan kaum muslim kalau saya mengatakan Obama adalah nabi. Nabi yang kami maksudkan adalah dalam konteks normatif/lughowi yang bermakna mengabarkan (nabba’a/anba’a bimakna akhbara). Atau nabi yang berarti tinggi (naba).

Sebab Obama banyak memberikan pencerahan bagi Amerika dan bahkan isu mengenai ia seorang Muslim sempat digaungkan untuk mematahkan penguasa yang berkulit hitam ini. Namun isi itu mentah dengan sendiri.

Dengan demikian, Obama mampu memberikan kabar kebenaran bagi seluruh dunia dan ia juga mampu meninggikan derajat warga minoritas yang terdzolimi selama ini di negeri terkaya itu.

Bahkan Obama ibarat rasul—yang bisa memberikan bimbingan dan arahan bagi para pendukungnya. Ia juga bisa mengutus semua delegasi relawannya untuk mempercayakan dirinya, bahwa ia akan tampil lain dan memberikan pencerahan dengan gaya yang berbeda di Amerika.

Nampaknya Obama telah mendapatkan sebuah wahyu dari dunia maya, bernama internet. Karena dengan media yang satu ini, dirinya menjadi sukses melangkah ke gedung putih. Layak diakui, dukungan teknologi, khususnya internet adalah salah satu sarana penting dalam mewujudkan kemenangan Barack Obama. Terpilihnya Obama sebagai presiden Amerika Serikat ke-44 tak bisa dipisahkan dari kepiawaian tim kampanyenya melihat peluang di internet. Media informasi yang lain juga ikut andil aktif andil dalam memenangkan Obama.*)

Ditulis oleh M. Rikza Chamami, Pengagum Obama dan Dosen Sejarah Peradaban IAIN Walisongo Semarang

Selasa, 06 Januari 2009

PENGUMUMAN NILAI MAHASISWA

PENGUMUMAN NILAI MAHASISWA TB 3B DAN PAI 5C
DAPAT DILIHAT DI SITUS
http://rikzachamami.co.cc/

Kamis, 18 Desember 2008

Soal Tes Sejarah Peradaban Islam I

Mata Kuliah : Sejarah Peradaban Islam I Kelas : TB-3B
Kode : INS-1111 Bobot : 2 SKS
Dosen : M. Rikza Chamami, MSI Tgl : 26 – 12 - 2008

Ketentuan :
- Semua soal dikerjakan dengan benar dan detail di lembar jawaban
- Jawaban menggunakan bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan kaidah ilmiah (kalau mengutip pendapat tokoh diwajibkan menyebutkannya sebagai kejujuran akademik)
- Diperbolehkan membuka catatan
- Haram bekerjasama, dan apabila ditemukan jawaban yang mirip (baik dari penyusunan kata maupun improvisasi jawaban), tidak ada toleransi dari Dosen. Dan mahasiswa dinyatakan GUGUR dalam tes semester.


SOAL

1. Masa Kemajuan Islam (650-1000 M) Khilafah Rasyidah patut kita jadikan tauladan. Khilafah Rasyidah merupakan pemimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Bagaimana sistem pemerintahan yang diterapkan pemerintahan masing-masing? Apa kemajuan yang dicapai pemerintahan masing-masing? Jelaskan secara rinci!

2. Peristiwa tahkim (arbitrase) antara Ali dan Mu’awiyah yang terjadi pada hari Rabu bulan Safar tahun 37 H mempunyai makna sejarah yang beragam. Jelaskan kronologi konflik keturunan Hasyim dan nenek moyang Umayyah? Apa isi dari tahkim tersebut? Terbagi menjadi berapa sekte umat Islam saat itu? Sebutkan beserta akidah-akidahnya (implikasi politik & teologi)? Buatkan bagan secara singkat!

3. Piagam Madinah (al-Waşā’iq al-‘Udzmā) diakui sebagai simbol perjanjian damai antar umat beragama di dunia. Apa latar belakang (politik, ekonomi dan sosial) yang dibangun Nabi dalam mengeluarkan piagam tersebut? Bagaimana respon non-Muslim di Madinah?

4. Bani Abbasiyah berkuasa sejak 132 H (750 M) hingga 656 H (1258 M). Sedangkan masa disintegrasi terjadi setelah pemerintahan periode pertama Bani Abbasiyah mencapai masa keemasannya, pada masa berikutnya pemerintahan dinasti ini mulai menurun. Pada masa siapa kejayaan Bani Abbasiyah? Pada masa siapa kemunduran Bani Abbasiyah? Apa faktor kemunduran Bani Abbasiyah dan dalam bidang apa saja? Jelaskan!

5. Dari makalah yang Saudara presentasikan di kelas, apa yang anda pahami tentang substansi makalah itu? Jelaskan!

- - oOo - -
Selamat Mengerjakan, Semoga Sukses

Soal Tes Isu-Isu Kontemporer Pendidikan

Mata Kuliah : Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Kelas :PAI-5C
Kode : INS-1111 Bobot :4 SKS
Dosen : M. Rikza Chamami, MSI Tgl :26 – 12 - 2008

Ketentuan :
- Semua soal dikerjakan dengan benar dan detail di lembar jawaban
- Jawaban menggunakan bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan kaidah ilmiah (kalau mengutip pendapat tokoh diwajibkan menyebutkannya sebagai kejujuran akademik)
- Diperbolehkan membuka catatan
- Haram bekerjasama, dan apabila ditemukan jawaban yang mirip (baik dari penyusunan kata maupun improvisasi jawaban), tidak ada toleransi dari Dosen. Dan mahasiswa dinyatakan GUGUR dalam tes semester.

SOAL

1. Penguasaan ilmu merupakan kunci kesuksesan sebagai khalifah fi al-ardh. Sementara John Naisbit dan Huntington memprediksi, bahwa akan dating masa kebangkitan agama, tetapi di abad ini pulalah moralitas justru kian parah terpuruk tanpa daya. Bagaimana penguasaan ilmu-ilmu keislaman mampu menjadi pendamping moralitas? Dan bagaimana pendidikan Islam mampu menghadapi tantangan modernitas?

2. Polemik hangat seputar mahalnya biaya pendidikan sempat mewarnai dunia lembaga pendidikan Islam belum lama ini. Meskipun alasan yang dikemukakan pihak pengelola pendidikan sangat rasional-argumentatif. Namun bagi sebagian masyarakat tetap saja melihatnya bahwa kebijakan yang kurang populer tersebut sebagai upaya kapitalisasi atau komersialisasi pendidikan. Bagaimana Anda mencarikan solusi pendidikan berkualitas-anti kapitalisme? Bagimana model sekolah yang tidak kapitalistik?

3. Zohar dan Marshall mengatakan bahwa terdapat god-spot dalam otak manusia yang sudah built-in (tertanan mantap) sebagai pusat spiritual diantara jaringan saraf dan otak. Dan ada dua hal yang merupakan unsur fundamental dari SQ, yaitu aspek nilai dan makna. Bagaimana Pendidikan Agama Islam (PAI) mampu menjalankan teori SQ ini sebagai konsep cepat belajar (rapid learning/fast learning)? Dan model kurikulum PAI yang bagaimana yang dapat mengakomodasi teori IQ, EQ dan SQ?

4. Pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, dan kondisi daerah maupun sekolah memerlukan penerjemahan dari pihak sekolah maupun daerah tentang mau ke mana pendidikan di sekolah maupun di daerah itu. Bagaimana siklus (penyusunan, pelaksanaan, evaluasi) dalam pengembangan kurikulum yang sempurna? Apakah model diversifikasi kurikulum madrasah dan sekolah dengan KTSP sudah efektif dijalankan? Apa alasannya?

5. Dari makalah yang Saudara presentasikan di kelas, apa yang anda pahami tentang substansi makalah itu? Jelaskan!

- - oOo - -
Selamat Mengerjakan, Semoga Sukses